Jumat, 22 Juli 2011

MENGINGAT PUISI PENYAIR KAMPUNG "WIJI THUKUL"

Karena perbedaan sosial ekonomi yang nenyolok antara tempat tinggalnya yang kumuh bersebelahan dengan perumahan yang ekonominya jauh lebih bagus, maka diapun bercerita  melalui puisinya :

Pulanglah nang
Jangan dolanan sama si kuncung
Sikuncung memang nakal nanti bajumu kotor lagi
Disirami air selokan

Pulanglah nang
Nanti kamu menangis lagi
Jangan dolanan sama anaknya pak kerto
Si bejo memang mbeling
Kukunya hitam panjang-panjang
Kalau makan tidak cuci tangan
Nanti kamu ketularan cacingan
………
Pulanglah nang
Jangan dolanan sama anaknya mbok sukiyem
Mbok sukiyem memang keterlaluan
Si Slamet sudah besar tapi belum disekolahkan
(Pulanglah Nang _ Mencari tanah lapang)

0 komentar:

Posting Komentar